Tampilkan postingan dengan label Lupis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lupis. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Track Kabel di Krakatau Bike Park Cilegon


View Trak Kabel -Krakatau Bike Park Cilegon in a larger map

Jumat, 08 Juni 2012

BICYCLE GEAR RATIO


(Oleh :Pak Bambang Tri)

Banyak goweser yang sudah punya pengalaman bertahun di bidang gowes yang tentunya sudah sangat terbiasa secara refleks memainkan shifter, tetapi barangkali tidak pernah membayangkan bagaimana sistim kerja transmisi sepeda yang melibatkan crank/chain ring dan sprocket dengan berbagai ukuran. Saya mau sharing mengenai gear ratio untuk MTB yang sering kita gunakan.

Pada umumnya sepeda MTB dilengkapi dengan 3 crank (jumlah gigi: 44 – 32 – 22) di depan, dan 9 sprocket/cassette (jumlah gigi: 32 – 28 – 24 – 21 – 18 – 16 – 14 – 12- 11) di hub roda belakang. Penomeran Crank (no.1, 2 dan 3) atau sprocket (no. 1 - 9) dimulai dari gear yang paling dekat dgn frame, semakin jauh dari frame nomernya membesar dan bila dikayuh sepedanya akan terasa makin berat dan travelnya semakin panjang.

Penggunaan Crank/chain ring disesuaikan dengan kondisi jalan yang di tempuh.
·         Crank no.1 (terkecil) – digunakan ketika goweser menemui tanjakan (sangat) terjal dimana ujung jalan tidak terlihat,
·         Crank no.2 (medium) – digunakan untuk menapaki jalan yang sedikit menanjak atau berbatuan tidak merata. Crank ini juga lebih sering digunakan terutama bagi pemula ketika belum terbiasa memainkan shifter  
·         Crank no.3 (terbesar) – digunakan untuk menambah kecepatan di jalan datar /  menurun.
·         Sedangkan Sprocket digunakan untuk mengatur kecepatan atau beban kayuhan dengan perubahan permukaan jalan.
Kombinasi 3 crank dan 9 sprocket akan menghasilkan 27 gear ratio yang biasa kita kenal dengan 27 speed, seperti ditunjukkan pada table-1 di  bawah.
 Mengacu pada tabel-1. Gear Ratio
- Kombinasi Crank no. 3 (terbesar, jumlah gigi 44) dan sprocket no. 9 (terkecil, jumlah gigi 11), rationya 44 : 11 = 4, artinya 1 kali kayuh akan dihasilkan 4 x putaran roda.
- Kombinasi Crank no. 1 (terkecil, jumlah gigi 22) dan sprocket no. 1 (terbesar, jumlah gigi 32), rationya 22: 32 = 0.7, artinya 1 kali kayuh akan dihasilkan 0.7 x putaran roda. Begitu seterusnya

Masing2 gear ratio di atas apabila dikalikan dengan keliling roda akan menghasilkan travel yang berbeda- beda, yang tentunya membutuhkan power berbeda pula.

Dari Grafik-1 di bawah memperlihatkan kurva gear ratio untuk masing2 Crank. Dari kurva tsb dapat dilihat bahwa ada beberapa ratio yang sama atau mendekati sama. Contohnya ratio antara Crank terkecil (CR1) dgn sprocket no.8 sama dengan Crank tengah (CR2) dengan Sprocket no.5, sama dengan Crank besar (Cr3) dengan Sprocket no.3, (warna biru muda, pada tabel-1 di atas). Begitu juga dengan artio yang lainnya, sehingga dari 27 gear ratio dalam kenyataannya hanya ada 14 tingkatan gear ratio atau 14 speed saja.
 Apabila ke 3 kurva di dekatkan akan terlihat ke 3 kurva hampir berhimpitan (lihat Grafik-2: Interpolasi). Disadari ataupun tidak, perpindahan gigi MTB akan mengikuti kurva interpolasi ini.
 Dari grafik-2 Interpolasi ini, kalau kita menggunakan sepeda dengan 30 speed maka dapat disimpulkan bahwa gear 30 speed (3 x 10) perpindahannya akan lebih halus dibandingkan dengan 27 speed (3 x 9)  karena perbedaan antar gear ratio-nya semakin kecil, yang tentunya 30 speed performanya akan semakin baik.

Semoga bermanfaat
Bambang Tri Prihatmoko

Minggu, 26 Desember 2010

Kilas Balik GOWESS Cilegon di MEDIA (2) : Tour De Padarincang 110 KM



Review nya bisa diklik disini
Petanya bisa diklik di sini

Dibawah ini silahkan di klik potongan videoTour De Padarincang per 2 menit bagi yg lambat akses internetnya:
1.Tour De Padarincang 1
2.Tour De Padarincang 2
3.Tour De Padarincang 3
Dibawah ini silahkan di klik potongan videoTour De Padarincang per 1 menit bagi yg lebih lambat akses internetnya:
1.Tour De Padarincang a
2.Tour De Padarincang b
3.Tour De Padarincang c
4.Tour De Padarincang d
5.Tour De Padarincang e
6.Tour De Padarincang f

Kilas Balik GOWESS Cilegon di MEDIA (1) : Track Gunung KRUENG



Reviewnya bisa diklik disini
Cerita downhillnya ada disini
Cerita penaklukannya ada disini

Dibawah ini silahkan di klik potongan video funbike Gunung Krueng per 2 menit bagi yg lambat akses internetnya:
1.Track Gunung Krueng 1
2.Track Gunung Krueng 2
3.Track Gunung Krueng 3

Dibawah ini silahkan di klik potongan video funbike Gunung Krueng per 1 menit bagi yg lebih lambat akses internetnya:

1.Track Gunung Pinang a
2.Track Gunung Pinang b
3.Track Gunung Pinang c
4.Track Gunung Pinang d
5.Track Gunung Pinang e

6.Track Gunung Pinang f

Minggu, 05 Desember 2010

TGP Uphill Challenge

Review by Pak Sumartono :

TGP Uphill Challenge 2010, Jarak lintasan yang 2200 meter, itu memang cukup menguras tenaga bagi peserta di event ini, apa lagi yang kelas 50 keatas bisa nyampai kurang dari tiga puluh menit aja udah prestasi jempolan. Pada event yang diselenggarakan oleh TGP pada tanggal 5 December 2010 ini, medan lintasannya ada offroadnya yang 720 meter di awalnya dan selebihnya jalan aspal yang sudah mulai mengelupas. Lintasan offroadnya cukup licin dan keren karena sedikit basah dan akar-akar pohon yang ter-expose keluar karena erosi tanah menjadikan kesulitan yang serius bagi yang pakai ban kecil dibawah 2 inch tebalnya, untuk ban yang diatas 2 inch akan lebih bisa menapak dengan lebih punya daya cengkeram di lingtasan offroad ini. Sebaliknya di lintasan jalan aspal, ban yang kecil akan lebih punya kelebihan karena lebih ringan. Kembali tentunya stamina akan berperan paling penting, Di kelas Elite-nya atau kelas dibawah 30 tahun sang juara bisa finish dengan waktu yang hanya tiga belas menitan !!!! Alamaaaakk.... tanjakan yang begitu extreme di jalan offroad maupun onroadnya dilalap habis oleh pemuda-pemuda hebat itu..... dan benih muda ini saya perlu dibina dan dicarikan sponsor yang baik untuk berkompetisi di ajang event sejenis lokal maupun mancanegara kalau perlu. Kalau penulis amati sepertinya pembagian kelompok umur perlu ditinjau ulang untuk event mendatang. Bagaimana kalau kelompok umurnya dibagi seperti ini:

sampai dengan 25 thn (Usia rata-rata top performance)
26 thn sampai 40 thn (Usia rata-rata pekerja/professional productive)
41 thn sampai 55 thn (Usia rata-rata pekerja/professional senior)
56 tahun keatas (Usia pensiun dan manula)

Penyelenggaraan event cukup baik dan terima kasih pada TGP sebagai pelopor kelompok Gowes di Banten, khususnya Cilegon dan Serang.

Salam Gowesss buat teman-teman penyelenggara !!! Bravo TGP !!!!! anda semua huebattt !!!....
Silahkan di klik foto kiriman pak Yadi
Salam Gowess

(Sumartono)

Sabtu, 20 November 2010

Tryout before TGP Endurance 45 Km


Kuliner langka di track Putri Mandi 2 : hayo minuman apa an tuh pak Gun?

 Elevasi  track selama try out untuk Endurance 45 km : mantap bak pucuk cemara





Please klik this link for complete picture












View Larger Map

Minggu, 31 Oktober 2010

Demi Sepiring LUPIS Cibangkong

Minggu pagi ini kembali komunitas Gowesser Cengkareng untuk kedua kalinya mencicipi track Gowessan di Cilegon dan sekitarnya ( lihat kedatangan pertama ) . Datang dengan 2 mobil berisi 5 Gowesser yang siap melahap semua track yang dipilih oleh pak Pri dan team.Dari Cilegon ada sekitar 41 Gowesser yang menemani .
Tanjakan demi tanjakan,turunan demi turunan dilalui dengan gembira bersama cucuran keringat,di selingi juga dengan MTB ( mari tuntun bareng) baik di tanjakan maupun turunan yang curam. Semua ini demi menghilangkan hasrat dan rasa penasaran sang tamu untuk menyantap sepiring LUPIS Cibangkong yang heboh itu. Dimulai jam 07:00 dari Krakatau bike melewati JLS dan masuk track lewat Gate 4 , akhirnya sampai di warung LUPIS jam 09:30 dan kembali masuk ke Gate 1 menuju  Karakatau Bike  jam 10:50. 

Journal lengkapnya by pak Sumartono ada di bawah ini:
Nyambung berita dari Maestro Pergowesan Cilegon mBah Kamil pak Kholiq, sedikit komentar untuk Gowesan hari minggu yang cukup rame dan tidak disangka sampai 46 pesertanya, JLS sepertinya dilalui caravan yang berderet dari mulai Krakatau bike sampai di Gate 2. Sebelum pemberangkatan seperti biasanya Siraman Tips Pergowesan oleh Pak Prie, untuk mengenal selintas medan yang akan ditempuh, dan Safety tips tentunya, kebetulan adalah beliau yang memberi tips menanjak di Gunung Pinang sewaktu saya pertama kali gowes ke Gn Pinang dua setengah tahun yang lalu, dimana saya pertama kali kenal dengan MTB dari sebelumnya sehari-hari di kampung asal saya selalu pakai sepeda Hybrid atau Road Rigid Flatbar untuk ngegowes sehari-hari. Do'a mengiringi keberangkatan para 46 Bikers bersama-sama dengan tak lupa mendo'akan saudara-saudara kita yang mendapat musibah bencana di Kepulauan Mentawai, Merapi di DIY & Jateng dan Wasior di Kepala Burung, Irian.
Cuaca cukup bersahabat dan para goweser cukup berbinar-binar dengan saling berbagi senyum kepada sesama penggowes, route jalan menuju Cibangkong, dimulai dari Krakatau Bike di JLS, menyusur JLS berbelok masuk ke Gate 4 dengan kecepatan yang tadinya waktu start sekitar 12 Km/jam mulai bertambak sedikit demi sedikit, walaupun lintasannya semakin jelek kontur jalannya. Tidak lupa ketinggalan para panitya tidak resmi mulai beraksi untuk memandu jalan agar tidak kesasar mendahului para penggowes didepan. Belum sampai Blokang istirahat dipertigaan dengan diselingi canda tawa dan hiburan gratis dari Pak Halil goweser yang rajin ber BTW setiap Rabu bersama teman-teman penggowes yang nyangkul di sekitar Anyer. Menurut pak Prie ini adalah dalam rangka priming dan survey kelayakan lintasan untuk event tanggal 28 October 2010 beberapa hari lagi nanti "Cilegon MTB All Terains Endurance" nggak tau berapa panjang jarak tempuh lintasannya yang pastinya, tetapi mungkin sekitar empat puluhan lima kilometer yang saya dengar bocoran beritanya kemarin. Trek tanjakannya cukup nyodog di ulu ati sampai banyak yang dorong sepeda masing-masing, dan ada tanjakan yang medannya dijamin pasti ngedorong sepedanya. Lintasan turunannya pun sedikit extreme banyak yang menyayangi badannya terperosok sehingga Pu'un persepedaan seperti pak Prie pun nuntun dengan alasan biar slamet sampe tujuan, kelihatannya perlu ditiru dan penulispun setuju ikut nuntun juga. Tetapi para "Cross Country Eaters" seperti Om A Yong dan temen temen lainnya yang terampil dan dengan nyantainya dia naikin tanpa hambatan.
Tetamu yang dari Tangerang sepertinya juga cukup terkesan dengan lintasan-lintasan yang dilalui, selain tanjakan dan ada turunannya yang uenak tenan, sepertinya pak Bernard  and his gang's pasti akan nyicip lintasan lainnya yang masih puluhan banyaknya di sekitar Cilegon ini. Akhirnya sampailah di warung Lupis yang melegenda itu yang sampai diabadikan jadi nama blog ini dengan diakhiri lintasan jalan umum Waringin Kurung. Istirahat di warung lupis cukup untuk melepaskan lelah hampir satu jam kita istirahat disini dengan berbagai ungkapan komentar masing-masing penggowes. Hambatan relative tidak ada dan accident juga boleh dibilang nggak ada mulus-mulus aja, hanya ada sedikit problem teman kita yang rantainya putus tetapi nggak sampai seperempat jam juga sudah selesai diperbaiki sendiri.
Pulang dari Cibangkong nggak jadi lewat Putri Mandi I tetapi lewat jalan raya Waringin Kurung karena jam udah menunjukkan pukul sepuluh lebih, kemudian masuk JLS dari Gate I, menuju Krakatau Bike di JLS.
Berkat do'a diawal pemberangkatan dan Siraman Tips Pergowesan kita bisa dengan selamat sampai di tujuan. Sampai ketemu di event berikutnya tanggal 28 October nanti, tolong sebarkan woro-woro ini ke sesama penggowes agar bisa ikutan di event tanggal 28 October (All Terains Endurance) dan 5 December (Gn Pinang Up Hill Competition).

Salam GOWESSSS......... never ending onthel terusss.....
( by Pak Sumartono )
Foto foto selengkapnya bisa di klik link ini

Sabtu, 23 Oktober 2010

Prajurit Goweser Desersi di Tanah Merah

Jumat siang, kita sepakat untuk membakar lemak dengan naik ke gunung pinang. Bila masih punya waktu,akan di teruskan sarapan Lupis di Cibangkong.
Sabtu pagi jam 05:30 penulis menjemput pak Syamsul untuk bergabung bersama Gowesser lain yang sudah menunggu di pintu masuk Gunung Pinang. Dari GCD -Perumnas-PCI -Pintu masuk Gunung Pinang. Disana sudah menunggu pak Sugeng dengan si merah Collosus + nya. Beberapa saat kita menunggu kedatangan Gowesser lainnya, terutama pak Armen. Sebelum naik kita foto nampang di depan pagar.Jam 06:01 dimulailah prosesi pembakaran lemak kita bertiga. Pak Sugeng dan pak Syamsul didepan,sementara penulis di belakang sambil jepret sana sini. Baru 5 menitan kita kayuh sepeda bersama ,pak Syamsul memutuskan untuk balik dan pulang karena ada janji mengantar istri tersayang jam 06:30.
Terlihat pak Sugeng masih sekitar 30 meteran di depan, wah harus di kejar nih ! gumam penulis dalam hati.
walau peluh mulai bercucuran, oksigen minta di pompa lebih , kayuhan sepeda mulai dipercepat untuk mendekati dan Gowess beriringan. Tak terasa kita sudah melewati tempat jumping DH, sebentar lagi "pos godaan"akan kita lalui. Eeiit....,terlihat dari jauh pak Armen sudah menungu di "pos godaan" itu. Kirain beliau masih minum kopi di rumah, ternyata.... dah 2 batang di situ. Dengan wajah segar dan" napas baru "beliau menemani kita naik ke menara . Saat sampai diatas jam 06:28 sudah ada satu Gowesser lainnya.
Selang beberapa saat muncul pak Ketut, pak Raharjo,pak Sumartono , pak Gunawan, pak Yadi, kang Agus Pemda, pak Halil ,pak Supandi dan 2 Gowesser lainnya.
Akhirnya suasana pagi diatas menara gunung Pinang menjadi ramai oleh kegembiraan para Gowesser. Berfoto menjadi kegiatan wajib saat itu, hehehe..

Diantara obrolan mereka,akhirnya di putuskan untuk menuju Lupis Cibangkong lewat jalan pintas yang banyak batu makadamnya.Pak Supandi sebagai penunjuk jalannya. Terbayang Lupis lezat, pasti cepat nih  jalur bypass nya pak Supandi ini, pikir penulis dalam hati. Kemudian satu persatu kita meluncur turun.
Sesampainya di bawah, pak Sugeng dan pak Gunawan minta ijin untuk pulang. Pak Supandi di depan memandu  kita ber 6 berbelok ke kiri ke arah cilegon. Setelah melewati Pom bensin ,akhirnya berbelok ke kiri menuju jalur bypass.Beberapa kayuhan ke depan terlihat di sebelah kiri ada bangunan Masjid Al-Ihlas yang besar menunggu prosess finishing. Jalan yang kita lalui masih berupa jalan beton. Sekitar  500meter akhirnya jalan beton berubah menjadi jalan tanah. Semakin ke dalam terlihat hamparan sawah dikanan kiri jalan. Tanah padat berganti dengan tanah merah yang gembur. Kayuhan sepeda mulai terasa berat. Terlihat didepan pak Supandi ,pak Sumartono dan pak Yadi masih melaju tanpa masalah. Pak Rahardjo,pak Halil ,pak Armen serta penulis mulai turun dari sepeda untuk melepas tanah merah yang menyumbat putaran roda. Terlihat lumpur tanah merah sudah melumuri rantai sepeda.  Setelah berjuang melepas lumpur merah yang tak kunjung habis, akhir nya kita mengibarkan bendera putih tanda menyerah dan kembali ke markas masing masing..... aduh.... kasihan banget prajurit ini.... .Maunya Lupis, dapetnya Lumpur merah....
Silahkan klik link ini untuk melihat foto yang desersi dan yang pantang menyerah

Sabtu, 16 Oktober 2010

Gowess ke Talang Air

                                    Silahkan klik link ini Untuk melihat gambar selengkapnya

Minggu, 22 Agustus 2010

GOes Night Street ke Cibangkong

Zainal  Abidin :
Salam Goesser.....!!!
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Alhamdulillah pada Jum'at malam
Sabtu, 20 Agustus 2010 d'spong dengan personil 8 (delapan) orang diantaranya
1. Bp. Bambang Edi,  2. Bp. Zainal Abidin,  3. Bp. Dedi Sunardi,  4. Bp. Arif. S,  5. Bp. Amin,
6. H. Sanudi Suya, 7. Bp. Kholid, 8. Bp. Sumartono, telah sukses dan selamat dalam exploer
goes Night Street ke Cibangkong dengan menelusuri rute sbb :
Start dari JLS (lampu merah PCI) jam.20.50-dilanjut menuju Serdang-Kp. Meruga-Tonjo Laut-
Makam Bata-Lapangan Begog-masuk dari arah utara menuju ke Cibangkong. Dengan kegelapan malam yang pekat, dan dengan izin Allah SWTkami sampai ke Cibangkong dan istirahat sejenak, sambil minum kopi susu, teh panas dan ditemani dengan snack ringan, kacang atom, kue Biskuat, (karena warung lopis tutup). Kemudian tepat jam.22.30 kami melanjutkan perjalanan menyusuri kegelapan malam menuju Waringin Kurung dan pulang kerumah masing-masing.
Untuk Foto fotonya menyusul ya....( menunggu kiriman pak Bambang Edi )

View GOes Night Street in a larger map

Rabu, 11 Agustus 2010

Rute NgGowess ke Cibangkong dari Gate 3 JLS


View Gate 3 menuju Cibangkong LUPIS in a larger map

Sabtu, 03 Juli 2010

Track Ala GP Monaco

Setelah menaklukan tanjakan Cibangkong, NgGowesser menyusuri gang kecil ala track GP Monaco. Silahkan dilihat foto hasil crop disini

Persiapan Bayangkara Fun bike 2010 ( Cibangkong - Lupis - Kramat Watu - Gunung Pinang )

Dalam rangka persiapan untuk  menikuti Bayangkara Fun bike 2010 yang akan digelar serentak di kota kota besar Indonesia  besok Minggu 4 July 2010 maka pada sabtu pagi ini team NgGowesser berlatih sekaligus mengantarkan member baru menuju track Cibangkong yang legendaris dengan Lupis dan tanjakan nya. Seperti halnya Tour de Banten Lama, kali ini juga di ikuti oleh team sepuluh ( jumlahnya sih sama, mukanya yang berbeda, hehe...). Pak Ketut, Pak Sumartono, Pak Asep, Pak Yadi, Pak Rahardjo, Pak Gunawan  Pak Supandy, Pak Syamsul Hadi , Pak Kholiq dan tak ketinggalan tokoh kita kali ini Pak Armen. NgGowesser berkumpul di PomBensin Serdang jam 06:10 dan langsung menjemput pak Armen . Dalam perjalanan menuju Warung Lupis, kamera Hp yang biasa di pake tukang foto jatuh  ke aspal saat mengambil foto NgGowesser yang sedang mendaki tanjakan. Aduhhh.... moment hilang HP jatuh, penutup bateray dan bateray terlepas dari bodi HP. Lengkap deh, HP tetep hang, sepanjang perjalanan. jadi mohon maaf tidak ada gambar cakep yang biasa di posting kali ini, hikhik...
Sesampainya di warung, suasana masih pagi,baru ada beberapa NgGowesse  lain yang sudah  datang.Kita langsung ambil piring , makan Lupis yang ter enak. Teh manis dan bakwan sambel taklupa di lahap juga.
Setelah keyang dan cukup istirahat, perjalanan di teruskan dengan berbalik arah datang tadi. Hal ini dilakukan untuk mencoba tanjakan Cibangkong yang keren itu. Sebagian peserta lulus saat ini, terutama pak Armen, mantapp Gowessan nya, gear depan masih diposisi tengah tapi mampu sampai puncak tanjakan, Selamat pak....wilayah timur telah di kuasai.
Perjalan kemudian dilanjutkan menuju Kramat Watu  untuk melihat tanjakan Kramat yang biasa di pakai sebagai latihan pagi oleh Pak Armen. wow... ternyata keren juga tanjakannya,sebanding dengan tanjakan LA Light Krenceng.  Kalo tiap pagi berlatih seperti ini, saya kira wilayah barat aka krenceng dan sekitarnya bisa dikuasai tuh. Siap siap aja penunggu Krenceng dan Sondol  terusir, hehe....
Lepas dari Kramat tinggal team 7 aja yang mau mencoba tanjakan Gunung Pinang. Disana sudah berjejer mobil pengangkut para DownHiller yang mau mencoba track DH-1 dan DH-2. Ada anak kecil dengan pakain lengkap di temani bapaknya sedang mempersiapkan sepeda DH nya menuju mobil pengangkut. Keren dan salut buat mereka berdua. Kita sih cukup roadnya aja menuju menara Telkom.
Sebelum naik team7 harus menebus karcis dari perhutani sebagai tanda masuk track Gunung Pinang, @Rp 5rb. Melaju di depan Pak Sumartono disusul dan dikejar oleh Pak Gunawan,Pak Yadi dan Pak Rahardjo dan Pak Syamsul. Saya bersama Pak Ketut mengikutinya dari kejauhan. Sambil mengatur napas dan menyeka keringat yang bercucuran , Pak Ketut menyarankan untuk sabar di track ini, jangan bernafsu dan kejar-kejaran seperti mereka di depan. Saya pun meng iya kan , mengingat sebulan lalu saya gagal di track ini.
Dengan kesabaran dan mengatur napas, akhirnya si murid Dirt didampingi suhu Giant pun dapat menyelesaikan Track Gunung Pinang ini dengan baik menyusul suhu Elemen yang sudah duluan di menara Telkom, waktu tempuh sekitar 25 menit.
Selamat ya..... semoga yang lain menyusul .....

            Lihat Kiriman foto dari pak Supandy , pak Syamsul dan crop dari file MOV di  : klik ini

Lihat hasil shooting dari BB milik pak Syamsul di bawah:
( Pak Sumartono dan pak Asep , 3gp, 16 sec, 1.6 mb)
http://www.youtube.com/watch?v=ynLxqXzzzCo
( si Dirt . 3gp ,6 sec, 700kb)
http://www.youtube.com/watch?v=VZT7xhW0ajA
(Pak Armen,mantaap...3gp, 43sec, 3.9Mb)
http://www.youtube.com/watch?v=ZHCTYpen4W4

Bila punya akses bandwith gede bisa lihat hasil helm cam yang sudah di rubah dari format MOV ke MP4 di (Pak Syamsul, Pak Gunawan, Pak Asep, Pak Raharjo,Pak Armen :MP4, 50 sec, 15.4 Mb):

http://www.youtube.com/watch?v=kpwHp-0HmcI





Minggu, 27 Juni 2010

Middle trip 70 km : Radar Banten 10:00


Tak terasa sekitar 46 km sudah kita lewati dari JLS-Mancak-Paninjauan-Gunung Sari-Pabuaran-Pal Limo-Kantor Harian Radar Banten di Graha Pena Serang. Tinggal 20 an km kembali ke tempat start yaitu sutet di JLS. Total jarak tempuh sekitar 66-70 km , waktu tempuh diperkirakan 5jam 20 menit dengan 4 x istirahat yaitu di Mancak,Paninjauan,Pabuaran dan Serang.

Middle trip 70 km: SMP Pabuaran 8:50

Middle trip 70 km: Pertigaan Ciomas 8:50

Middle trip 70km:Paninjauan 7:30

Middle Trip 70 km: Mancak via blokang 5:50

Sabtu, 26 Juni 2010

DuA SAHabaT

PulaNg Dari MAnCaK

Tamu

free counters

Alexa

Sepedaanku , JLS dan Lupis ... ©Blogger Green by Dicas Blogger. Kisah Kisah Teladan Alkisah Teladan.

TOPO